Langkah Demi langkah Untuk Menanam dan Merawat Bunga Lavender

Toko Bunga Kurnia – Lavender merupakan bunga yang […]

Add To Cart

Langkah Demi langkah Untuk Menanam dan Merawat Bunga Lavender

00

Toko Bunga Kurnia – Lavender merupakan bunga yang termasuk dalam kategori tanaman mint (Lamiaceae). Tanaman dengan bunga berwarna ungu cerah ini mempunyai habitat di Cape Verde dan Pulau Canary, yang terletak di Eropa. Bunga Lavender banyak ditanam sebagai bahan herbal, dipelihara untuk menghasilkan minyak lavender esensial, hiasan di pekarangan rumah, sekaligus sebagai tanaman yang juga...

Toko Bunga Kurnia – Lavender merupakan bunga yang termasuk dalam kategori tanaman mint (Lamiaceae). Tanaman dengan bunga berwarna ungu cerah ini mempunyai habitat di Cape Verde dan Pulau Canary, yang terletak di Eropa. Bunga Lavender banyak ditanam sebagai bahan herbal, dipelihara untuk menghasilkan minyak lavender esensial, hiasan di pekarangan rumah, sekaligus sebagai tanaman yang juga dikenal ampuh untuk mengusir nyamuk.

Di banyak tempat, lavender sebenarnya hidup secara liar, tetapi tak menutup kemungkinan tanaman indah yang satu ini ditumbuhkan dengan perawatan maksimal. Bila Anda tertarik untuk menanam bunga lavender, perhatikan terlebih dahulu penjelasan mengenai cara menanam serta merawat bunga Lavender berikut.

merawat bunga laveender

Cara Menanam Bunga Lavender Mulai Dari Biji

Bunga lavender banyak dibudidayakan dengan cara menanam bijinya yang diambil dari bunga lavender. Langkah-langkahnya sebenarnya cukup mudah, Anda cuma perlu sedikit ketelatenan untuk menanamnya.

1.Persiapan Media Tanam.

Lavender bisa tumbuh optimal dengan media berupa campuran antara kompos, tanah, dan sekam bakar dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Terlebih dahulu campurkan ketiga media ini sehingga teraduk rata dan letakkan di pot atau lahan tempat Anda akan menanam bunga lavender.

2.Penyemaian Biji Lavender.

Bibit lavender saat ini telah banyak sekali dijual di toko benih atau tanaman. Sebelum menanamnya, Anda perlu terlebih dahulu menyemai biji. Pertama-tama, rendam benih lavender didalam air hangat semalaman, sehingga biji lebih mudah berkecambah. Lalu, letakkan biji di wadah penyemaian yang sudah diisi dasarnya dengan kapas basah. Susunlah biji lavender sehingga jaraknya tak terlalu dekat, paling tidak beri jarak sekitar 5-10 cm antar biji lavender. Letakkan biji dengan posisi memanjang.

Setelah itu, isi wadah penyemaian dengan media tanam dan basahi sampai lembab. Bagian atas wadah penyemaian bisa ditutup dengan plastik bening yang berlubang untuk menghindari terlalu banyak penguapan air dari media. Perlu diperhatikan bahwa media tanam mesti selalu lembab, terlebih bila cuaca terik, Anda mesti rajin menyemprotnya dengan air sehingga nutrisi yang dibutuhkan supaya biji berkecambah tercukupi. Letakkan wadah penyemaian ditempat yang terlindung dari cahaya matahari langsung dan hujan.

3.Pertumbuhan Biji Lavender

Setelah sekitar 2-3 minggu disemai, biji lavender biasanya telah berhasil tumbuh beberapa cm diatas media tanah. Bahkan bila menggunakan benih kualitas super, ada yang telah berhasil tumbuh kurang dari satu minggu. Bila tanaman lavender sudah mulai muncul ke permukaan media tanam, segera lepas pembungkus plastik untuk memudahkan tanaman melakukan respirasi dan tumbuh lebih optimal. Benih yang tumbuh lalu akan menghasilkan beberapa helai daun, tetapi sebaiknya Anda tidak memindahkannya ke tempat lain sebelum tinggi tanaman mencapai 5 cm untuk menghindari kegagalan karena lavender sulit beradaptasi dengan lingkungan baru karena umurnya yang masih begitu muda.

4.Perkembangan Tanaman Lavende

Setelah dipindah ke pot atau lahan yang dipakai untuk menumbuhkan lavender selanjutnya, rawatlah tanaman lavender sehingga tetap tumbuh besar sampai berbunga. Biasanya bunga lavender akan mulai tubuh di usia tumbuhan sekitar 6-12 bulan. Usahakan untuk menempatkan tanaman lavender ditempat yang luas atau pot yang besar, karena lavender akan tumbuh seperti semak yang begitu rimbun. Bila telah berhasil menumbuhkan lavender sampai besar, Anda kemudian bisa memperbanyaknya dengan melakukan stek batang.

Tips-tips Merawat Bunga Lavender

Setelah berhasil menanam tanaman lavender, tentunya Anda mesti tetap merawatnya sehingga menghasilkan bunga yang melimpah dengan keharuman khasnya. BerikutĀ  adalah tips-tips untuk merawat bunga lavender :

  • Siram Sesekali Saja. Ketika sudah tumbuh dewasa, lavender tidak membutuhkan terlalu banyak air lagi. Bahkan bila media tanam terlalu lembab, akar lavender dapat menjadi busuk dan akhirnya tanaman mati. Bila Anda menanam lavender didalam pot, pastikan bagian bawah pot berlubang sehingga aliran air pun lancar. Penyiraman bisa dilakukan sekali saja dalam satu hari, dan sebaiknya saat pagi hari sehingga tanah tidak lembab selanjutnya.
  • Berikan Pupuk. Meskipun termasuk tanaman yang cukup mudah tumbuh, tetapi pemberian pupuk juga diperlukan untuk merangsang tanaman supaya berbunga banyak. Lavender tidak memerlukan terlalu banyak pupuk, sekali dalam setahun pun sudah cukup dengan memakai pupuk kompos serta campuran tanah humus berpasir. Bila ingin bunga lebih rimbun lagi, coba beri minyak ikan atau ekstrak rumput laut.
  • Cabuti Gulma dan Rumput Liar. Pastikan tidak ada tanaman lain yang mengambil nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman lavender. Bila diperlukan, Anda dapat menutupi permukaan media tanam menggunakan jerami tipis atau kerikil.

Baca Juga : Jenis Bunga Pernikahan Yang Dapat Dipilih Untuk Hari Besar Anda

  • Pangkas Setahun Sekali. Saat telah tumbuh besar, usahakan untuk memangkas tanaman lavender sekali dalam satu tahun, khususnya saat sudah muncul tunas anyar. Potonglah tanaman lavender sepertiga dari tinggi seluruhnya sehingga bentuknya pun rapi dan indah dilihat. Pemangkasan juga akan membantu tunas baru untuk tumbuh.
  • Memanen Bunga Lavender. Seringkali bunga lavender kemudian dipanen untuk dijadikan hiasan didalam rumah. Untuk memotong bunga lavender, potonglah dibagian dasar batang yang dekat dengan daun. Sebaiknya bunga lavender tidak di rendam dalam air, karena dalam bentuk kering pun bunga masih akan menghasilkan aroma yang wangi.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>